Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ketika Corona Jatuh Cinta

Selama enam belas tahun di rumah, bisa dihitung berapa kali saya duduk di teras selama satu tahun. Bisa jadi tidak lebih dari sepuluh kali. Dan saat ini saya menyempatkan diri bersantai di teras rumah. Sembari menyesap es teh manis ditemani motor yang betah berlama-lama di sini sampai tengah malam. Harusnya. Ya, harusnya, malam ini jadi malam kegembiraan. Berlomba-lomba gelar sajadah di baris depan. Bersalaman dengan tetangga karena setahun sekali bisa berinteraksi. Bersyair dari kitab Tuhan. Anak-anak jagoan lawan anggota dari masjid sebelah untuk perang sarung, atau mengharap tanda tangan sang imam. Para ibu dan anak perawannya mungkin disibukkan dengan hidangan untuk jam tiga pagi. Justru hening. Tidak ada sahut-sahut kemeriahan tiap memulai rakaat di masjid. Terakhir ramai hanya saat kumandang azan penghujung hari. Yang terdengar bukan suara sendal-sendal melangkah, tapi derit engsel pintu tertutup. Aku menghela. Berharap agar setidaknya malam ini tidak amat sepi. Langit pun me...

Adab: Sastra Kok Jadi Sopan Santun? – Pengertian Adab Dari Sisi Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia

Sewaktu saya masih duduk di kelas XII di madrasah aliyah daerah Jakarta—2017 silam--saat perjalanan menuju rumah melewati Jalan Legoso, saya melihat Fakultas Adab dan Humaniora. Jika fakultas yang biasa saya lihat sekitar Ciputat maka saya terbiasa melihat Fakultas Tarbiyah, Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta. Namun pada waktu itu saya bingung. Fakultas Adab? Saya baru mengetahui itu. Gedungnya baru, padu padan warna putih dan biru. Saya berpikir, apakah fakultas ini mempelajari tentang akhlak dan sopan santun manusia? Terlebih saya pun belum paham makna humaniora itu sendiri, mengingat saya termasuk dalam rumpun peminatan MIPA di aliyah. Satu tahun berlalu, tanpa ada penyelesaian teka-teki dari makna Fakultas Adab UIN Jakarta. Saya anggap hanya angin lalu. Turun dari motor pun saya sudah lupa. Namun siapa sangka, ketika saya mencoba tes masuk kampus ini lewat jalur mandiri, saya memilih jurusan sastra Arab di pilihan kedua setelah jurusan psikolog...